

BIMA — Kapal Layar Motor (KLM) Armada Mulya yang mengangkut sekitar 44–45 orang penumpang dan awak kapal mengalami kecelakaan laut hingga tenggelam di perairan Selat Sanggar (Tanjung Katupa), Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis malam (16/7/2026). Peristiwa ini dipicu oleh gelombang tinggi dan cuaca buruk yang menerjang wilayah perairan tersebut saat kapal sedang berlayar.
Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Sat Polairud Polres Bima Kota, Basarnas Mataram, serta instansi terkait langsung bergerak cepat melakukan operasi penyelamatan setelah menerima laporan darurat. Kerja sama dan respon tanggap dari seluruh personel di lapangan menjadi kunci utama dalam meminimalkan potensi risiko cidera maupun korban jiwa.Berkat koordinasi evakuasi yang efektif, seluruh penumpang dan kru kapal berhasil diselamatkan dan dievakuasi menuju Pelabuhan Bima pada Jumat (17/7/2026).
Dari puluhan korban selamat yang di antaranya merupakan wisatawan mancanegara (WNA), satu orang dilaporkan mengalami luka ringan dan telah dirujuk ke RSUD Bima untuk penanganan medis, sementara penumpang lainnya diantarkan ke penginapan untuk beristirahat. Kejadian ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan ekstra terhadap dinamika cuaca laut. Pihak berwenang mengimbau seluruh operator kapal, nakhoda, serta wisatawan untuk senantiasa memantau prakiraan cuaca dari BMKG dan memastikan ketersediaan sarana keselamatan pelayaran sebelum melakukan perjalanan laut.
Peristiwa ini sekaligus menegaskan pentingnya kesiapsiagaan keselamatan transportasi maritim di Indonesia. Keberhasilan evakuasi tanpa adanya korban jiwa ini patut mendapat apresiasi serta menjadi catatan penting bagi seluruh pelaku industri pelayaran nasional dalam memperketat standar keselamatan laut.
Jl. Dokter Saharjo no. 111 , Tebet Jakarta Selatan
Open in Map
(62 - 21) 83706706
Jam Kerja :
Senin - Jumat , 09.00 - 17.00
